Ahmad Wahib

Profil Awardee

Wahib dan Bid'ah Kebudayaan

nurunnisa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang masih penting digali dari pikiran atau semangat Ahmad Wahib hari ini adalah toleransi dan sikap terbuka pada kebudayaan dan kebaruan. Demikianlah penuturan Nurun Nisa, finalis Ahmad Wahib Award 2005 dengan esainya "Mencari Islam yang Ramah Perempuan", Berikut ini uraian selengkapnya.

Semangat Berpikir Wahib

Sulaiman Djaya - Dokumen PribadiSulaiman Djaya - Dokumen Pribadi

 

 

 

 

"Catatan-catatan Ahmad Wahib bisa dibilang sebagai contoh paling baik bagaimana pemikiran dihidupi dengan total dan penuh semangat." Demikianlah penuturan Sulaiman Djaya, finalis Ahmad Wahib Award 2003, yang hingga kini masih giat menulis esai-esai pemikiran dan kesusastraan. Ia juga rajin menulis sajak yang beberapa di antaranya dimuat di majalah Horizon. Berikut ini penuturan selengkapnya.

--

Berani Bertanya & Berpolemik setelah Mengenal Wahib

Retna Hanani (Koleksi Pribadi)Retna Hanani (Koleksi Pribadi)

 

 

 

 

 

 

 

Di serial biografi awardee kali ini, Retna Hanani menceritakan bagaimana Wahib mengubah dirinya menjadi pribadi yang "berani bertanya dan berpolemik". Retna adalah pemenang Ahmad Wahib Award 2005 dengan esainya 'Berislam dari Konteks'. Di kesempatan sebelumnya, kami mewawancarai Fahd Djibran dan Muhammad Ja'far, pemenang Ahmad Wahib Award 2010 dan 2003. 

Wahib itu Jujur

Muhammad Ja'far - Koleksi PribadiMuhammad Ja'far - Koleksi Pribadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah Fahd Djibran, kini giliran Muhammad Ja'far, pemenang Ahmad Wahib Award 2003 dengan esainya "Surat Buat Tuan Wahib", yang menyampaikan kesan-kesannya terhadap Ahmad Wahib. Wahib menurutnya adalah sosok yang jujur, tak takut bertanya, tapi juga tak malu mengakui sebuah jawaban. Berikut ini petikan wawancaranya.

Page 1 of 2

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »